Efek Covid-19, Masyarakat di Batam Gagal Mudik.

165

MetroNews.co.id, Batam – Dimasa Pandemi Covid-19 atau yang lebih di kenal dengan Virus Corona banyak masyarakat perantauan yang tidak dapat mudik khususnya umat Muslim di perantauan. Seperti Kota Batam, kota yang berada tepat di perbatasan Indonesia ini banyak masyarakat perantauan dari berbagai belahan Nusantara.

Kota yang di kenal sebagai kota industri ini banyak di dominasi oleh suku Jawa, Minang, dan Batak yang merantau ke sini (Kota Batam) Wanda Pratama contohnya masyarakat asal Minangkabau ini harus menahan rindu dengan orang tua dan tanah kelahirannya akibat pandemi ini, pria yang merintis usaha cuci helm yang berada di Tanjung Piayu tersebut tidak dapat bersilaturahmi dengan sanak saudaranya disana.

Sambil berlinang air mata, wanda mengatakan untuk tahun ini ia belum dapat untuk berkumpul dengan saudaranya disana, dan ia juga mengeluhkan akibat pandemi Covid-19 ini cucian helmnya sepi pengunjung. “ya mau saya apakan lagi pak, apalagi sekarang sepi pengujung cucian helm saya” Imbuhnya. Saat di wawancarai Ditempat cucian helmnya pada hari ini Kamis, 30/04/2020.

“Saya cuman bisa ambil hikmahnya aja pak dibalik musibah ini, semoga wabah ini cepat berlalu”.

“Kalau dibilang rindu ya sangat rindu pak, apalagi sudah setahun lebih saya tak ada berjumpa dengan orang tua dan sanak saudara saya disana” sambungnya.

Ia cuman bisa menahan rindu, hingga pandemi ini berakhir. Agar dapat bersilaturahmi kembali dengan sanak saudara di tanah kelahirannya.

(rd)