Inilah Fakta Berikut Terkait Kasus Kepabeanan PS Store

103

MetroNews.co.id,Batam – Dari fakta pengawasan Bea Cukai terhadap barang-barang ilegal, pada hari kamis tanggal 23 juli 2020, kantor wilayah Bea dan Cukai Jakarta telah melakukan tahap II (penyerahan barang bukti dan tersangka) ke Kejaksaan Negeri Jakarta timur atas hasil penyidikan tindak pidana kepabeanan. Penyerahan barang bukti dan tersangka tersebut dilaksanakan atas pelanggaran pasal 103 huruf d undang-undang NO 17 tahun 2006 tentang kepabenan. (23/07/2020),” dikutip dari instagram @bckanwiljakarta

Fakta berikut adalah, tersangka berinisial PS telah di serahkan beserta barang bukti antara lain 190 Handphone bekas berbagai merk dan uang tunai hasil penjualan sejumlah Rp 61.300.000.

Tak hanya itu ternyata ada fakta-fakta lain terkait penangkapan inisial PS, yang mana beliau adalah pebisnis sekaligus Influencer

Juga diserahkan harta kekayaan/penghasilan tersangka yang disita di tahap penyidikan, dan akan di perhitungkan sebagai jaminan keuangan negara (Dhanapala Recovery),” dikutip dari akun instagram @bckanwiljakarta

Menurut Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Kehumasan Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta Ricky M Hanafie, hal itu merupakan bagian dari tugas Bea Cukai untuk turut menekan kerugian negara dari maraknya impor ponsel ilegal.

Tidak ada pesanan dari siapa pun. Ini murni analisis kami dari maraknya yang bersangkutan memberikan semacam giveaway (pemberian gratis ke pelanggan) dan sebagainya,” kata Ricky kepada  Kompas.id, dan di kutip oleh MetroNews.co.id, Rabu (29/7/2020).

Berdasarkan Pasal 103 UU No 17/2006, ancaman hukuman bagi PS adalah penjara selama 2-6 tahun dan/atau denda Rp 100 juta-Rp 5 miliar. Namun, meski ada potensi ia dihukum penjara lebih dari lima tahun, tidak ada penahanan terhadap PS.

PS dianggap kooperatif dan menyerahkan jaminan berupa uang tunai Rp 500 juta, rumah senilai Rp 1,15 miliar, dan rekening bank senilai Rp 50 juta.

Dari fakta-fakta di atas sampai dengan berita ini di terbitkan pihak Bea Cukai Kota Batam belum bisa di konfirmasi dan pihak PS Store belum bisa menanggapi hal ini,” (*)

(MN)