Usir Konsumen, Developer Perumahan Cipta Green Mansion Cluster Minta bright PLN Batam Putus Jaringan Listrik

126

MetroNews.co.id, Batam – Konsumen Developer PT Jolin Pertama Buana di Perumahan Cipta Green Mansion Cluster Safari Blok E No.3, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Sekupang, kecewa atas tindakan pihak Developer yang mengusir konsumen tanpa proses dari rumah yang sudah dia belinya dengan cara mencicil.

Maman membeli rumah di perumahan cipta green mansion dengan sistem cicil uang muka, baru 4 bulan kemudian, usahanya stop karena dampak corona. Kemudian semenjak awal Corona sampai sekarang memang belum melakukan pembayaran, tapi dia sudah memberikan surat permohonan penangguhan sampai usahanya berjalan kembali.

“Saya sudan membuat surat permohonan kepada developer agar bisa penundaan pembayaran karna usaha saya terdampak dari pandemi Covid-19 sampai usaha saya normal kembali,” ujar Maman saat ditemui media ini, Jumat (22/01/2021).

Namun surat yang disampaikan Maman seakan tidak menjadi pertimbangan pihak developer dalam kondisi nampak ekonomi karna covid-19. Malah pihak developer menyuruh Debt Collector menagih ke rumahnya.

“Kemudian semenjak Corona sudah ada sekira 5 kali pihak developer mengirimkan orang ke rumah meminta saya untuk keluar dari rumah. Saya sampaikan saya bersedia keluar asal uang saya di kembalikan, karena ini adalah bencana bukan atas kemauan saya untuk tidak membayar,” ungkap Maman.

Pihak developer tetap menolak permohonan maman, dan tetap ingin Maman keluar dari rumah, bahkan dia sudah sampaikan silahkan lanjutkan dengan proses hukum yang berlaku.

“Kalau memang tidak terima silahkan proses hukum saja, agar hasil persidangan yang akan menentukan, toh kita punya hukum di Indonesia,” kata maman kepada pihak Developer.

Maman juga mengatakan, sangat banyak penghuni yang terintimidasi oleh pihak Developer, banyak yang keluar rumah karna pihak dveloper meminta bright PLN batam memutus jaringan listrik ke rumah konsumen, tentulah penghuni tidak betah tanpa penerangan.

“Dari sekian banyakpenghuni yang keluar dari rumah karena dampak Corona dan intimidasi dari developer hanya saya yang bertahan tetap tinggal. Kemudian beberapa bulan yang lalu datang petugas bright untuk melakukan pencabutan listrik atas permohonan developer, sementara selama ini saya yang bayar listrik. Dan saat itu petugas bisa mengerti,” ucapa Maman.

Maman menceritakan saat dirinya pulang kampung, petugas bright PLN Batam datang kembali.

“Kemudian pada saat saya pulang kampung (12/01/2021) datang lagi petugas pada tanggal 20/01/2021 di dampingi developer untuk mencabut listrik dengan menyampaikan bahwa Desember pihak developer yang bayar,” kata maman.

Maman menganggap ada keanehan dalam masalah ini, menurutnya aneh kenapa setelah developer bayar kemudian minta di putus. tentu saja tujuannya agar dia keluar dari rumah karena tidak ada penerangan di rumah.

“Yang saya pertanyakan apa bisa proses nya seperti itu. Kalau memang ada wan prestasi atau ingkar janji, bukankah ada proses hukum nya bukan dengan jalan premanisasi atau intimidasi,” ucap maman. (Silen)