MetroNews.co.id, Batam– Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam, memperkuat penanganan banjir di 167 titik rawan di Kota Batam. Dari jumlah tersebut, 33 titik menjadi tanggung jawab BP Batam, sementara sisanya ditangani Pemko Batam.
Koordinasi dipimpin Wali Kota Batam ex-officio Kepala BP Batam, dalam Rapat Koordinasi Antisipasi dan Pengendalian Banjir di Gedung Pemko Kota Batam, Kamis (1/10/2026), di hadiri jajaran OPD teknis, perwakilan BP Batam, serta camat dan lurah se-Kota Batam.
Penanganan banjir termasuk 15 program prioritas pemerintahan. Rapat membahas identifikasi titik prioritas, pemetaan kondisi lapangan, pembagian tugas yang jelas antara Pemko dan BP Batam, serta langkah tindak lanjut konkret agar tidak tumpang tindih atau menyisakan wilayah yang belum tertangani.
Salah satu fokus utama adalah kawasan Bengkong Swadebi. Lokasi ini relatif rendah dan menjadi titik temu aliran air dari tiga wilayah, dengan debit terbesar berasal dari kawasan Cahaya Garden. Kawasan tersebut sempat terdampak saat hujan deras, hingga kendaraan terseret arus.
Untuk mengatasinya, Pemko Batam dan BP Batam menyepakati pembangunan kolam retensi dan rumah pompa di bagian hilir. Infrastruktur ini diharapkan mampu menampung dan mengatur aliran air secara lebih terintegrasi.
Dalam rapat ini juga ditekankan pentingnya evaluasi berkala dan pembaruan data. Kondisi wilayah terus berubah seiring perkembangan permukiman, sehingga titik yang sudah ditangani sebelumnya harus dipastikan benar-benar bebas banjir.
Penanganan kawasan permukiman padat di wilayah cekungan juga membutuhkan intervensi teknis yang matang.
𝗖𝗮𝗺𝗮𝘁 & 𝗟𝘂𝗿𝗮𝗵 𝗛𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗨𝗽𝗱𝗮𝘁𝗲 𝗣𝗲𝘁𝗮 𝗕𝗮𝗻𝗷𝗶𝗿
Untuk itu, camat dan lurah diminta terus memperbarui pemetaan kondisi banjir di wilayah masing-masing secara akurat. Data tersebut menjadi dasar perencanaan dan penganggaran dinas teknis.
Selain itu, seluruh jajaran diminta memperkuat publikasi dan transparansi informasi agar masyarakat mengetahui langkah yang sedang dan akan dilakukan.
Camat dan lurah juga diminta menyusun neraca persoalan lingkungan secara rutin, mulai dari jalan berlubang hingga penerangan jalan, untuk mempercepat identifikasi dan penanganan di tingkat wilayah.
Sumber: Kata Batam
Editor: Wetsi


Komentar