MetroNews.co.id, Batam–Badan Pimpinan Daerah (BPD) Indonesia Housekeepers Association (IHKA) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali menggelar Event bertajuk “Making Bed Competition and Towel Art 2026”. Kali ini event tersebut digelar di K Square Mall Batam, Jumat (17/7/2026).
Kegiatan yang telah memasuki tahun ketiga pelaksanaan ini diikuti peserta dari beberapa sekolah SMK dan sejumlah hotel yang ada di Batam dan Bintan.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga menjadi wadah untuk menunjukkan kreativitas, kecepatan, kerapian, serta profesionalisme tenaga housekeeping di industri perhotelan.
Dalam kompetisi tersebut ada 2 kategori juara yakni, Tingkat Profesional :
Best Suporter ( Asialink)
juara 1 ( Harris batam centre )
juara 2 ( Oakwood Hotel & Apartments Grand Batam)
juara 3 ( Asialink Hotel Batam by Prasanthi)
best speed ( the bcc hotel dgn menit 2 menit 11 detik
best neatly ( aston pelita)
best towel art ( haris batam center
juara umum ( harris Batam center)
Sementara untuk tingkat Pelajar :
Juara 1 ( BTP )
Juara 2 ( BTP )
Juara 3 ( BTP )
Best speed ( BTP )
Best towel art ( BTP )
Best kerapian ( BTP )
Best grooming ( SMK ADIMULYA )
Juara umum ( BTP)
Para pemenang mendapatkan hadiah berupa uang tunai, piala bergilir, medali, serta sertifikat.
Ketua BPD IHKA Provinsi Kepri, Untung Dame Parlaungan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan program tahunan yang digelar sebagai bagian dari upaya memperkenalkan profesi housekeeping kepada masyarakat luas.
“Ini program tahunan kita dan sudah memasuki tahun ketiga. Tujuannya untuk mempromosikan pariwisata sekaligus menunjukkan kepada masyarakat bahwa pekerjaan housekeeping bukan hanya sekadar membersihkan kamar,” ujarnya.
Menurutnya, kompetisi tersebut juga memperlihatkan proses dan kreativitas dalam menata tempat tidur maupun membuat berbagai bentuk towel art yang biasanya menjadi bagian dari pelayanan hotel, seperti untuk menyambut tamu yang merayakan ulang tahun, wedding anniversary.
“Di sini kita tunjukkan bagaimana proses kreativitas itu dilakukan. Jadi masyarakat bisa melihat bahwa making bed dan towel art memiliki seni serta teknik tersendiri,” katanya.
Untung Dame menjelaskan, pemenang kompetisi tingkat daerah berpeluang untuk mengikuti kompetisi tingkat nasional. Namun, terkait lokasi dan mekanisme pelaksanaan tingkat nasional, pihaknya masih menunggu informasi dari BPP IHKA.
Dalam kompetisi tersebut, peserta dinilai berdasarkan sejumlah aspek, antara lain kerapian, kecepatan, serta kemampuan menjelaskan tema yang diusung.
Untuk kategori making bed, waktu ideal yang dibutuhkan seorang profesional sekitar 5 menit, tergantung jenis tempat tidur yang digunakan.
“Penilaiannya dari kerapian, kecepatan, dan penjelasan mengenai tema yang dipilih peserta,” jelasnya.
Selain melibatkan pekerja hotel, BPD IHKA Kepri juga memberikan ruang kepada pelajar sekolah perhotelan untuk ikut berkompetisi.
Tercatat sekitar 26 hotel terlibat, sementara peserta dari sekolah perhotelan berasal dari sejumlah sekolah, termasuk enam peserta dari BTP dan dua peserta dari SMK.
Pelibatan pelajar, kata Dame, menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi penerus industri perhotelan.
“Mereka ini bibit yang nantinya akan berkembang dan masuk ke dunia hotel. Kami ingin memberikan motivasi dan pembelajaran kepada mereka, karena dunia profesional tentu berbeda dengan pembelajaran di sekolah,” tuturnya.
Untung Dame berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat dan wisatawan bahwa profesi housekeeping memiliki peran penting dalam menciptakan kenyamanan bagi tamu.
“Housekeeping bukan hanya soal bersih-bersih. Ada kerapian, seni, dan bagaimana memberikan kenyamanan kepada tamu. Kami berharap kegiatan ini turut mendukung pariwisata Kepri dan membuat wisatawan mancanegara semakin tertarik datang ke Batam,” pungkasnya.
Penulis: Dayat


Komentar