Beranda / Breaking News / Marinir Gugur di Cisarua: Rumah Duka Ramai Pelayat, DPRD Lamsel Melayat

Marinir Gugur di Cisarua: Rumah Duka Ramai Pelayat, DPRD Lamsel Melayat

Duka Mendalam Selimuti Lampung Selatan Atas Gugurnya Kopda Mar Randa Pratama dalam Tugas Negara

Suasana haru dan duka menyelimuti Dusun Sumbersari I Mandah, RT 06 RW 004, Desa Mandah, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, pada Minggu, 1 Februari 2026. Warga setempat bersama dengan perwakilan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung Selatan dari Daerah Pemilihan Natar, berbondong-bondong mendatangi rumah duka almarhum Kopda Mar Randa Pratama (30). Almarhum, yang mengenakan Nomor Registrasi Pokok (NRP) 123721 (Anumerta), adalah seorang prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut yang gugur dalam menjalankan tugas negara akibat tertimbun longsor di kawasan Cisarua, Jawa Barat.

Kunjungan perwakilan DPRD Lampung Selatan ini dipimpin langsung oleh Bayu Prasetya, seorang anggota dewan dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN). Kedatangan mereka bukan sekadar untuk menyampaikan ucapan belasungkawa, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas dedikasi dan pengabdian almarhum Kopda Mar Randa Pratama kepada bangsa dan negara.

Tanda-tanda Kehilangan yang Mendalam

Di lokasi rumah duka, suasana kesedihan terpancar jelas. Bendera kuning yang merupakan simbol duka telah terpasang di depan rumah, menandakan telah berpulangnya salah satu putra terbaik daerah. Sebuah tenda terpal atau tarup didirikan untuk menyambut para pelayat yang datang silih berganti untuk memberikan penghormatan terakhir dan doa. Papan-papan bunga ucapan duka cita berjejer di sekitar area rumah, menjadi saksi bisu betapa banyak pihak yang merasakan kehilangan ini.

Ayah almarhum, Bapak Johariyanto, terlihat duduk di bagian depan rumah, didampingi oleh sejumlah anggota dari Batalyon Infanteri 9/Bala Jala Yudha Perkasa (Brigif 4 Marinir/BS). Raut wajah mereka menunjukkan kesedihan yang mendalam, namun mereka tetap berusaha tegar menyambut setiap tamu yang datang. Di dalam rumah, lantunan doa dan salawat terdengar, mengiringi kepergian sang prajurit.

Kopda Mar Randa Pratama adalah anak kedua dari tiga bersaudara, buah dari pasangan Bapak Johariyanto dan Ibu Mardalena. Almarhum meninggalkan seorang istri tercinta, Gita Alvia Sufaat (31 tahun), dan seorang putra yang masih berusia delapan bulan. Kepergiannya tentu menyisakan luka yang sangat dalam bagi keluarga inti yang ditinggalkan.

Misteri Mongkrang: 300 Relawan Gagal, Pencarian Yasid Ditutup

Kronologi Tragedi yang Merenggut Nyawa

Kasi Dalka (Pengendalian Karir) Mayor Marinir Sugiyono dan Kasi PAM Intel Brigif Mayor Marinir Rizaldi juga telah hadir di lokasi untuk memberikan dukungan dan penghormatan. Almarhum Kopda Mar Randa Pratama gugur saat sedang menjalankan tugas negara yang sangat penting. Ia merupakan bagian dari 23 prajurit dari Batalyon Infanteri 9/Bala Jala Yudha Perkasa yang tengah melaksanakan Latihan Pra-Tugas Satgas Gobang 7 di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Tragedi nahas ini terjadi setelah kawasan latihan diguyur hujan deras tanpa henti sejak hari Kamis, 22 Januari 2026, hingga Jumat, 23 Januari 2026. Curah hujan yang sangat tinggi memicu terjadinya tanah longsor yang sangat besar. Longsoran tersebut menimpa area tempat para prajurit sedang melaksanakan latihan, dan sayangnya, peristiwa ini merenggut nyawa almarhum Kopda Mar Randa Pratama.

Apresiasi dan Penghormatan dari DPRD

Anggota DPRD Lampung Selatan, Bayu Prasetya, dalam pernyataannya menyampaikan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya atas gugurnya prajurit muda terbaik asal Natar tersebut. Beliau juga memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap dedikasi dan pengabdian almarhum sebagai seorang abdi negara yang telah menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab.

“Kami hadir di sini sebagai bentuk empati dan penghormatan kami yang terdalam. Almarhum adalah salah satu putra daerah kebanggaan Lampung Selatan yang telah dengan gagah berani mengorbankan jiwa raganya demi menjalankan tugas negara. Kami berdoa semoga keluarga yang ditinggalkan selalu diberikan kekuatan, ketabahan, dan kesabaran dalam menghadapi cobaan yang berat ini,” ujar Bayu Prasetya.

Kepergian Kopda Mar Randa Pratama tidak hanya meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga besar, tetapi juga bagi seluruh warga Natar dan institusi Korps Marinir TNI AL. Almarhum dikenal sebagai sosok prajurit yang ramah, memiliki semangat juang tinggi, dan sangat berdedikasi dalam setiap tugas yang diemban.

Hingga berita ini diturunkan, rumah duka masih dipenuhi oleh para pelayat dari berbagai kalangan. Mereka terus berdatangan untuk memberikan doa terakhir dan penghormatan kepada almarhum Kopda Mar Randa Pratama, seorang pahlawan yang gugur dalam tugas demi menjaga kedaulatan bangsa.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement