Beranda / Olahraga / Tangis Rossi di Mandalika: Mimpi Mustahil Terwujud

Tangis Rossi di Mandalika: Mimpi Mustahil Terwujud

Momen Epik Valentino Rossi Kembali Mengaspal di Sirkuit Mandalika: Kegembiraan Penggemar yang Tak Terbendung

PRAYA – Deru mesin yang memekakkan telinga kembali menggema di Sirkuit Mandalika pada Kamis sore, 29 Januari 2026. Di bawah langit yang cerah, sosok legendaris MotoGP, Valentino Rossi, kembali menguasai lintasan dengan motor Yamaha R1 GYTR VR46 miliknya. Bagi ribuan pasang mata yang memadati tribun, suara itu bukan sekadar bisingnya knalpot, melainkan detak jantung yang berdetak kencang, sebuah simfoni yang telah lama dirindukan.

Di atas tunggangannya, nomor ikonik 46 melesat, lekuk tubuhnya memiring di setiap tikungan tajam, mengingatkan pada aksi-aksi memukau yang telah menghiasi layar kaca selama bertahun-tahun. Momen ini, bagi para penggemar setia, terasa seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Di pinggir lintasan, tak sedikit yang tak kuasa menahan haru, tangisan histeris pecah, membaur dengan sorak sorai kegembiraan.

Vinka, seorang penggemar berat yang turut hadir, mengungkapkan betapa luar biasanya momen tersebut. “Senang sekali. Sebagai fans fanatik, ini adalah momen yang ditunggu-tunggu. Awalnya, membayangkan Rossi ke Lombok itu rasanya mustahil,” tuturnya. Keraguan ini sangatlah wajar. Valentino Rossi telah mengumumkan pensiun dari ajang MotoGP pada tahun 2021, sementara Sirkuit Mandalika baru mulai dikenal luas setelah sang legenda memilih untuk gantung helm. Namun, takdir seolah memiliki rencana lain.

Kemunculan Rossi di Mandalika menjadi semakin mungkin setelah Pertamina resmi menjalin kerjasama sebagai sponsor utama VR46 Academy. Dan pada hari itu, harapan tersebut terwujud nyata. Rossi kembali ke lintasan balap roda dua, dan ia memilih Sirkuit Mandalika sebagai lokasi latihannya.

Penantian di Tengah Hujan: Kesetiaan Penggemar yang Tak Tergoyahkan

Perjalanan Vinka dan para penggemar lainnya untuk bisa menyaksikan idola mereka tidaklah mudah. Sejak Rossi mendarat di Lombok pada tanggal 27 Januari, mereka telah mengikuti setiap gerak-geriknya seperti bayangan.

Prediksi Strasbourg vs PSG: Statistik & Head-to-Head Ligue 1

Dua hari pertama, tanggal 27 dan 28 Januari, diuji oleh cuaca yang kurang bersahabat. Hujan deras mengguyur sirkuit, memaksa Rossi beserta para pembalap didiknya, termasuk Pecco Bagnaia, Luca Marini, dan Marco Bezzecchi, untuk hanya bisa menunggu di dalam paddock.

“Sirkuit tanggal 27 dibuka umum dan tribun J & K, tapi hujan jadi gak bisa turun ngaspal. Tanggal 28 juga hujan besar enggak bisa turun lagi,” cerita Vinka.

Namun, kesetiaan para penggemar tidak luntur oleh guyuran air hujan. Mereka tetap setia menunggu di depan gerbang, berharap dapat sekilas melihat lambaian tangan dari sang idola. Baru pada hari Kamis, 29 Januari 2026, cuaca akhirnya bersahabat.

Valentino Rossi yang dinanti-nantikan akhirnya keluar dari paddock. Ia tak hanya menguji sirkuit dengan motor Yamaha andalannya, tetapi juga mencoba mobil spek balap formula, bahkan mobil BMW roda empat.

“Rossi sepertinya suka sekali dengan Mandalika. Sepertinya sirkuit ini dibuat sesuai karakternya. Bayangkan, dia turun pakai tiga kendaraan, lalu lanjut lagi pakai motor sampai jam 6 sore sampai sirkuit benar-benar tutup,” kenang Vinka dengan bangga.

Drama 2 Menit Liverpool: Ekitike Cetak Brace, Balas Newcastle Telak

Perjuangan Mendapatkan Tanda Tangan: Dari Pengusiran hingga Momen di Basement Hotel

Bagi penggemar seperti Vinka, menyaksikan Rossi beraksi di lintasan saja belum cukup. Ia membawa sebuah buku catatan, dengan harapan dapat mengabadikan goresan tanda tangan sang legenda di sana. Perjuangan untuk mendapatkan tanda tangan ini membawanya hingga ke hotel tempat Rossi menginap.

Keberuntungan sempat berpihak padanya di lokasi yang tak terduga. “Saya ketemu di basemen hotel. Rossi baru balik sama manajernya, Uccio. Cuma mereka berdua saja, dan saya berhasil minta foto,” kata Vinka mengenang momen langka tersebut.

Namun, untuk mendapatkan tanda tangan di bukunya, Vinka harus merasakan pahitnya perjuangan. Ia sempat menunggu berjam-jam di lobi hotel hingga akhirnya diminta pergi oleh petugas keamanan.

“Kalau yang tanda tangan buku, saya dapat di depan lobi sampai akhirnya diusir sama pihak hotel,” ucapnya, menyertakan emoji sedih namun juga haru.

Persib-Persija Bintang Lintas Cabor: Kurzawa di Satria Muda, Pattynama di Piala Asia Futsal

Kebanggaan dari Pulau Kecil: Mandalika di Mata Dunia

Kehadiran pembalap-pembalap utama VR46 Academy seperti Fabio Di Giannantonio dan Franco Morbidelli memang menambah semarak acara, namun bagi masyarakat lokal, kehadiran Rossi adalah sebuah simbol pengakuan dunia terhadap Sirkuit Mandalika.

“Suatu kebanggaan bisa menyaksikan rider favorit turun ke lintasan balap lagi dan itu di Sirkuit Mandalika, di Lombok, di pulau kecil ini, tempat lahir saya,” tutup Vinka dengan mata berbinar.

Sore itu, saat matahari mulai terbenam di ufuk barat pantai Mandalika, bayangan Rossi di atas motor Yamaha-nya perlahan menghilang menuju pit lane. Bagi Vinka dan para penggemar lainnya, tangisan histeris yang pecah hari itu bukanlah sekadar ekspresi kesedihan, melainkan sebuah perayaan atas mimpi yang berhasil diraih di tanah kelahiran mereka. Momen ini menjadi bukti bahwa semangat balap dan kecintaan terhadap legenda MotoGP mampu menyatukan ribuan orang di sebuah pulau kecil yang kini telah mendunia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement