Beranda / Breaking News / Tak Lagi “Limpahan” Singapura, Batam Kini Mitra juga Destinasi Utama Investor Digital & AI

Tak Lagi “Limpahan” Singapura, Batam Kini Mitra juga Destinasi Utama Investor Digital & AI

MetroNews.co.id, Batam– Wali Kota Batam/Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam DR Amsakar Achmad, meluruskan anggapan bahwa Batam hanya menjadi lokasi relokasi investasi dari Singapura.

Dalam wawancara khusus program “Profit” di CNBC Indonesia, Jumat (17/7/2026), Amsakar menjelaskan, hubungan Batam dengan Singapura maupun Johor, Malaysia, merupakan growth partner atau mitra pertumbuhan, bukan persaingan ataupun kawasan penampung investasi.

“Untuk maju tidak harus sendiri. Kita bisa tumbuh bersama. Batam hadir sebagai mitra yang saling melengkapi Singapura dan Johor, bukan sebagai pesaing ataupun sekadar menerima limpahan investasi,” tegasnya.

Ia menilai posisi Batam yang berada di jalur perdagangan internasional Selat Melaka merupakan keunggulan strategis yang menjadi daya tarik utama bagi investor domestik maupun asing.

𝗗𝗮𝘁𝗮 𝗖𝗲𝗻𝘁𝗲𝗿 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗠𝗲𝘀𝗶𝗻 𝗕𝗮𝗿𝘂 𝗜𝗻𝘃𝗲𝘀𝘁𝗮𝘀𝗶
Amsakar menyebut sektor data center kini menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru di Batam. Hingga pertengahan 2026, investasi yang masuk pada sektor tersebut mencapai sekitar Rp120 triliun dengan 20 proyek yang sedang dikembangkan.

Jawab Arahan Prabowo, Amsakar-Li Claudia Reformasi Kilat Batam: Investasi Naik 72,83%!

Batam juga telah didukung infrastruktur digital berupa sejumlah landing station kabel bawah laut internasional di kawasan Nongsa, seperti Indonesia Cable Express, Nongsa China Cable System, dan Singapore Cable System.

Menurut Amsakar, keunggulan tersebut menjadikan Batam semakin menarik bagi investor industri digital dan kecerdasan artifisial (AI).

“Kami memiliki lahan, dukungan infrastruktur digital, ketersediaan air bersih, serta pasokan listrik yang terus dipersiapkan bersama PLN. Karena itu, investor memilih Batam berdasarkan daya saing yang kami miliki,” ujarnya. (ski)

::: Tak Lagi “Limpahan” Singapura, Batam Kini Mitra juga Destinasi Utama Investor Digital & AI

JAKARTA, KataBatam- Wali Kota Batam/Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam DR Amsakar Achmad, meluruskan anggapan bahwa Batam hanya menjadi lokasi relokasi investasi dari Singapura.

Batam Tambah Listrik 300 MW, Sekda: Makin Siap Sambut Era Industri & Digital Kelas Dunia

Dalam wawancara khusus program “Profit” di CNBC Indonesia, Jumat (17/7/2026), Amsakar menjelaskan, hubungan Batam dengan Singapura maupun Johor, Malaysia, merupakan growth partner atau mitra pertumbuhan, bukan persaingan ataupun kawasan penampung investasi.

“Untuk maju tidak harus sendiri. Kita bisa tumbuh bersama. Batam hadir sebagai mitra yang saling melengkapi Singapura dan Johor, bukan sebagai pesaing ataupun sekadar menerima limpahan investasi,” tegasnya.

Ia menilai posisi Batam yang berada di jalur perdagangan internasional Selat Melaka merupakan keunggulan strategis yang menjadi daya tarik utama bagi investor domestik maupun asing.

𝗗𝗮𝘁𝗮 𝗖𝗲𝗻𝘁𝗲𝗿 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗠𝗲𝘀𝗶𝗻 𝗕𝗮𝗿𝘂 𝗜𝗻𝘃𝗲𝘀𝘁𝗮𝘀𝗶
Amsakar menyebut sektor data center kini menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru di Batam. Hingga pertengahan 2026, investasi yang masuk pada sektor tersebut mencapai sekitar Rp120 triliun dengan 20 proyek yang sedang dikembangkan.

Batam juga telah didukung infrastruktur digital berupa sejumlah landing station kabel bawah laut internasional di kawasan Nongsa, seperti Indonesia Cable Express, Nongsa China Cable System, dan Singapore Cable System.

Terobosan Besar Pemko Jadikan Dendang Melayu Destinasi Unggulan Pariwisata Batam

Menurut Amsakar, keunggulan tersebut menjadikan Batam semakin menarik bagi investor industri digital dan kecerdasan artifisial (AI).

“Kami memiliki lahan, dukungan infrastruktur digital, ketersediaan air bersih, serta pasokan listrik yang terus dipersiapkan bersama PLN. Karena itu, investor memilih Batam berdasarkan daya saing yang kami miliki,” ujarnya. (ski)

Sumber: Kata Batam

Editor: Wetsi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement