Beranda / Berita Utama / Amsakar Menyala di Forum Apeksi: Jangan Cuma di Atas Kertas, Semua Harus Kolaborasi

Amsakar Menyala di Forum Apeksi: Jangan Cuma di Atas Kertas, Semua Harus Kolaborasi

MetroNews.co.id, Batam– Wali Kota Batam H Amsakar Achmad, menekankan pentingnya integrasi kebijakan lintas pemangku kepentingan, guna menyukseskan agenda ketahanan pangan nasional dan pengelolaan sampah yang lebih baik.

Pernyataan ini disampaikannya dalam Seminar Masalah Ketahanan Pangan dan Pengelolaan Sampah pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Ke-18 di Grand City Hall, Kota Medan, Rabu (1/7/2026). Hadir langsung, Wakil Menteri Koordinator (Wamneko) Bidang Pangan RI, Hanif Faisol Nurofiq.

Dalam unggahan di Facebook pribadinya, Amsakar Achmad , menjelaskan lebih rinci. Berikut petikannya:

Saat sesi Seminar Masalah Ketahanan Pangan dan Pengelolaan Sampah di Rakernas XVIII Apeksi Medan dengan keynote speaker Wamenko Bidang Pangan, saya menyampaikan diperlukan integrasi kebijakan dengan berbagai pemangku kepentingan, Pusat-Daerah-Dunia Usaha-Pers-NGO untuk menyukseskan agenda nasional.

Begitu juga dengan berbagai problem di daerah, supaya tidak menjadi ide usang di atas kertas, diperlukan kolaborasi dengan berbagai Asosiasi lainnya untuk bergerak bersama.

BP Batam Dukung Kehadiran BP Lansia, Perkuat Sinergi Wujudkan Lansia Aktif, Bahagia, dan Sejahtera

Tidak hanya Apeksi saja, juga perlu langkah kolektif dengan Adeksi, Apkasi, dan Adkasi untuk menyuarakan aspirasi daerah ke tingkat nasional.

𝗪𝗮𝗺𝗲𝗻𝗸𝗼 𝗙𝗮𝗶𝘀𝗼𝗹 𝗦𝗶𝗻𝗴𝗴𝘂𝗻𝗴 𝗛𝘂𝗯𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗺𝗽𝗮𝗵 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻
Sebelumnya, Wakil Menteri Koordinator (Wamneko) Bidang Pangan RI, Hanif Faisol Nurofiq menyinggung terkait hubungan antara sampah dan pangan dalam

Faisol mengatakan, dalam tema Rakernas APEKSI yakni Kota Tangguh, persoalan pangan tidak bisa dipisahkan dari permasalahan sampah.

“Saya menekankan bahwa kota tangguh tidak hanya bicara pangan, tetapi juga pengelolaan sampah perkotaan. Dua isu ini saling berkaitan erat. Kota yang pangannya kuat, tetapi sampahnya tidak terkelola, akan menghadapi masalah kesehatan, kualitas lingkungan, biaya pelayanan publik, dan penurunan kualitas hidup,” ujar Faisol, seperti dikutip dari detik .com.

Dikatakan Faisol, pengelolaan sampah yang baik dapat mendukung ketahanan pangan. Hal ini, kata dia, dilakukan melalui pengolahan sampah organik menjadi kompos, pemanfaatan biogas, pengurangan food waste, dan pengembangan ekonomi sirkular.

Era Baru Bansos di Kota Batam Daftar Cukup Pakai IKD: Mudah, Cepat & Transparan

Faisol menyebut, Kota Medan memiliki produksi sampah yang cukup besar. Yakni sebesar 1.740 ton per hari dari Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang sebesar 1.024 ton per hari.

“Dari jumlah tersebut, rencana sampah yang akan diolah melalui PSEL mencapai 1.700 ton per hari. Ini menunjukkan bahwa Kota Medan dan kawasan sekitarnya memiliki tantangan besar, tetapi juga peluang besar,” jelasnya.

Menurut Faisol, pengelolaan sampah tidak boleh hanya dipandang sebagai upaya mengurangi beban TPA. Ia menyebut, pengelolaan sampah harus menjadi bagian dari transformasi kota menuju kota bersih, sehat, produktif, dan tangguh.

Dia mengatakan, untuk kota dengan timbunan sampah besar atau aglomerasi yang lebih dari 1.000 ton per hari, PSEL dapat menjadi salah satu pilihan. Sementara untuk wilayah yang lebih kecil, pengolahan organik dari sumber, bank sampah, TPS-3R, RDF, kompos, dan biogas juga tetap sangat penting.

“Intinya adalah integrasikan pangan dengan pengelolaan sampah. Kurangi food loss and waste, pilah sampah dari sumber, manfaatkan sampah organik, dan bangun ekonomi sirkular sesuai kapasitas daerah,” tutup Faisol. (ski)

Dirgahayu Ke-80 Bhayangkara Li Claudia Apresiasi Dedikasi Polri untuk Batam Maju

Sumber: Kata Batam

Editor: Wetsi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement