MetroNews.co.id, Batam– Kabut asap atau jerebu yang melanda Kota Batam sejak beberapa pekan ini, memicu diskusi di media sosial. Warganet menyoroti kenapa anak SD, SMP, dan TK tetap diwajibkan masuk sekolah tatap muka.
Di Thread, akun @Arradtwig mempertanyakan kebijakan tersebut dengan nada geram. “Udah tahu jerebu teruk ni budak-budak sekolah Batam nih masih masuk sekolah lagi??? Tak daring kah???” tulisnya.
Kritik lebih kocak datang dari @Chiepeceq. “Di Batam mulai hari ini anak SMA SMK daring karena kabut asap. Tapi anak SMP SD TK tetap masuk. Apa beda cara bernafas mereka ya… apa mereka bernapas pakai insang ya?” ujarnya.
Di Instagram, keluhan serupa ramai muncul. Akun @payybernadeth singkat dan tegas: “Sekolah liburkan saja.”
Sementara @rayhanizzudin0406 mengungkapkan dampak kesehatan yang sudah terasa. “Tolong liburkan anak sekolah.. Udara di Batam sudah sangat mengganggu.. Batuk dan sesak napas sudah mulai dirasakan,” tulisnya.
Akun @fmawar.r01 menambahkan kekhawatiran khusus bagi anak-anak yang memiliki riwayat asma. “Semoga Dinas Pendidikan memikirkan dampak dari hal ini pada anak-anak, sebaiknya anak-anak diliburkan dulu saja, kasian anak-anak yang punya asma bakal lebih bahaya lagi.”
Intinya, Netizen menilai memberlakukan pembelajaran daring total demi melindungi kesehatan anak-anak dari polusi udara akibat kabut asap.
Sementara itu, hingga siang ini, Selasa (15/9/2026) kondisi kualitas udara di Kota Batam, berdasarkan data pemantauan IQAir, tercatat berada di angka 85 dengan kategori “sedang”. Meski demikian tetap tidak sehat.
Kabut tipis masih tampak menyelimuti lanskap perkotaan. Untuk itu, masyarakat tetap diimbau memakai mengurangi aktivitas ruang luar, atau pakai masker, terutama bagi kelompok sensitif atau yang memiliki riwayat gangguan pernapasan. (ski)
Sumber: Kata Batam
Editor: Wetsi


Komentar